Bapak Sutanto adalah anak kedua dari (Almrh) Mbah Supartiyem dan Mbah Ahmad Romli, Bapak Sutanto ini setelah lulus sekolah STM dia merantau ke Surabaya untuk mengadu nasib setelah beberapa bulan kerja serabutan akhirnya Bapak Sutanto mendapatkan pekerjaan yang tetap diSurabaya diPt. Maspion Group dengan produksi alumunium. Bapak Sutanto dapat masuk ke pabrik tersebut sedikit dengan bantuan oleh Mbah Supardi.
Setelah sekian lama bekerja Bapak Sutanto akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang menkadi pujaan hatinya yaitu yang bernama Ibu Gamiatun akhirnya dengan pertemuan singkat Bapak Sutanto membawa Ibu Gamiatun kerumah diNguter untuk diperkenalkan dengan keluarga besar Mbah Supartiyem, dengan hati penuh keyakinan akhirnya Ibu Gamiatun diterima oleh Keluarga Besar Mbah Supartiyem dan tak lama setelah perkenalan tersebut Bapak Sutanto dan Ibu Gamiatun melangsungkan pernikahan di Nganjuk Jawa Timur tempat kediaman Ibu Gamiatun.
Bapak Sutanto dan Ibu Gamiatun menikah dan hidup berdua diSurabaya walau dengan modal pas - pasan tapi dengan penuh keyakinan Bapak Sutanto berani mengahadapi apapun resiko yang akan dihadapi setelah bekeluarga. Kurang lebih 1 tahun usia pernikahannya akhirnya lahirnya seorang putri yang ditunggu - tunggu oleh Bapak Sutanto dan Istri, bayi tersebut diberi nama Exstiarti, dengan lahirnya anak pertama tersebut kebutuhan dalam hidup Keluarga Bapak Sutanto juga menambah. Akhirnya Bapak Sutanto memutuskan untuk pindah kekota besar yaitu Jakarta dengan harapan di Jakarta dapat memperbaiki perekonomian keluarganya, dengan kenalan yang dia dapat di Surabaya akhirnya Bapak Sutanto dapat bekerja di sebuah perusahaan alumunium di Jakarta perusahaan tersebut adalah
Setelah sekian lama bekerja Bapak Sutanto akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang menkadi pujaan hatinya yaitu yang bernama Ibu Gamiatun akhirnya dengan pertemuan singkat Bapak Sutanto membawa Ibu Gamiatun kerumah diNguter untuk diperkenalkan dengan keluarga besar Mbah Supartiyem, dengan hati penuh keyakinan akhirnya Ibu Gamiatun diterima oleh Keluarga Besar Mbah Supartiyem dan tak lama setelah perkenalan tersebut Bapak Sutanto dan Ibu Gamiatun melangsungkan pernikahan di Nganjuk Jawa Timur tempat kediaman Ibu Gamiatun.
Bapak Sutanto dan Ibu Gamiatun menikah dan hidup berdua diSurabaya walau dengan modal pas - pasan tapi dengan penuh keyakinan Bapak Sutanto berani mengahadapi apapun resiko yang akan dihadapi setelah bekeluarga. Kurang lebih 1 tahun usia pernikahannya akhirnya lahirnya seorang putri yang ditunggu - tunggu oleh Bapak Sutanto dan Istri, bayi tersebut diberi nama Exstiarti, dengan lahirnya anak pertama tersebut kebutuhan dalam hidup Keluarga Bapak Sutanto juga menambah. Akhirnya Bapak Sutanto memutuskan untuk pindah kekota besar yaitu Jakarta dengan harapan di Jakarta dapat memperbaiki perekonomian keluarganya, dengan kenalan yang dia dapat di Surabaya akhirnya Bapak Sutanto dapat bekerja di sebuah perusahaan alumunium di Jakarta perusahaan tersebut adalah





























